TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
16-September-2026

WASPADA DAMPAK BURUK ABU VULKANIK GUNUNG BERAPI PADA KOMPONEN SEPEDA MOTOR

Beberapa bagian sepeda motor wajib diperhatikan saat banyak abu vulkanik gunung berapi yang sangat berbahaya. Abu ini terbilang berbahaya karena mengandung bahan silika yang tajam dan korosif.

Antara lain filter udara, sistem rem, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda. Kalau sampai kemasukan abu vulkanik akan langsung rusak.

Pastikan Abu Terangkat dari Bodi Sepeda Motor

Pada bagian bodi, hindari menggosok permukaan kendaraan saat kering. Bersihkan terlebih dahulu dengan air secara hati-hati untuk mencegah goresan akibat sifat abrasif abu vulkanik.

Partikel abu yang tajam dapat bertindak seperti bahan abrasif dan menimbulkan goresan pada cat. Abu disiram air dari bagian atas supaya debu bergerak turun ke bawah. 

Tujuannya agar abu tidak mudah beterbangan dan lebih mudah dilepaskan dari permukaan kendaraan. Pastikan abu benar-benar hilang sebelum masuk ke tahap pencucian berikutnya.

Cuci Bodi Motor dengan Air Bersih

Setelah sebagian besar abu terangkat, kendaraan dapat dicuci menggunakan air dan deterjen atau sabun khusus kendaraan. Gunakan spons atau kain yang bersih dan lembut.

Selain itu, pengendara harus waspada dan tidak memaksakan diri saat terjadi hujan abu vulkanik. Prediksikan bahaya sedini mungkin, sehingga dapat mengantisipasi sebelum bahaya muncul.

Persiapan Mengendarai Sepeda Motor

Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. 

Jika urusan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik untuk saat ini. Kalau memungkinkan, kegiatan Anda bisa dilakukan by online.

Cek Perlengkapan Berkendara

Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap seperti helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi bagian wajah dan mata. 

Gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus dan kacamata tambahan yang dapat memberikan perlindungan dariiritasi pada mata bila terpapar langsung.

Kondisi visor helm juga perlu diperhatikan. Partikel abu yang menempel dapat mengganggu pandangan. Membersihkan visor secara sembarangan karena partikel abu, berpotensi menggores permukaannya sehingga mengganggu pandangan.

Cek Juga Kondisi Kendaraan

Selain perlengkapan, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa. Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta kondisi mesin berfungsi dengan baik. 

Komponen kendaraan yang berkaitan dengan penyaring udara juga perlu diperhatikan karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.

Sebelum berangkat, Anda juga sebaiknya memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan adanya penutupan jalan.

Hati-Hati Saat Mengendarai Sepeda Motor

Saat berkendara di tengah hujan abu, pengendara perlu mengurangi kecepatan. Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkram ban. 

Hindari melakukan manuver secara tiba-tiba. Kendalikan kendaraan dengan halus dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan dengan memberikan jarak aman yang lebih.

Menepi Jika Ada Hujan Abu Vulkanik

Jika hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain.

Kemudian cari tempat yang aman untuk menepi. Pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm ketika abu masih pekat.

Partikel abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas berkendara anda, oleh karena itu pengendara perlu menggunakan perlengkapan tambahan, meningkatkan kewaspadaan dan fokus saat berkendara.

Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat. Sedangkan bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Prestone Brake Fluid DOT 4 Solusi Mudah Untuk Sepeda Motor Listrik

Masalah umum rem sepeda motor listrik adalah vapor lock, yaitu kondisi di mana suhu cairan rem melewati batas maksimal karena digunakan secara terus-menerus dalam kondisi berat. 

Cairan rem yang mendidih akan menghasilkan uap air di dalam sistem pengereman sehingga mengganggu tekanan hidraulis dan menyebabkan injakan pedal rem terasa hampa.

Suhu cairan rem bisa mencapai 150–180 derajat Celcius ketika beroperasi. Masalahnya, cairan rem memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Air yang masuk ke dalam sistem pengereman dapat menurunkan titik didih cairan rem. 

Sebagai informasi, kontribusi air 3% di cairan rem akan menurunkan titik didih hingga sekitar 100 derajat Celcius.

Titik didih Prestone Brake Fluid DOT 4 adalah 265 derajat Celcius (kondisi baru). Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, cairan rem Prestone sanggup menjaga kadar air dalam batas aman.

Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi. 

Hal ini jelas menguntungkan karena mereduksi potensi timbulnya karat akibat oksidasi di dalam sistem rem sepeda motor. Prestone turut memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dalam sistem rem, cocok untuk rem cakram dan tromol, serta bersinergi dengan fitur-fitur penting seperti rem ABS dan regenerative braking system pada sepeda motor listrik.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.