Tumpahan oli di permukaan jalan bukan sekadar membuat aspal terlihat kotor. Cairan tersebut bisa mengurangi daya cengkeram ban secara drastis, terutama ketika pengendara motor melintas di atasnya.
Oli Membentuk Lapisan di Atas Aspal
Aspal memiliki permukaan yang tidak benar-benar rata. Tekstur kasar tersebut membantu ban mencengkeram jalan dan menjaga kendaraan tetap stabil. Ketika oli tumpah, cairan akan mengisi celah pada permukaan aspal sehingga terbentuk lapisan licin di antara ban dan jalan.
Akibatnya, kontak langsung antara karet ban dan permukaan aspal menjadi berkurang. Ban lebih mudah kehilangan traksi ketika sepeda motor melakukan pengereman, berakselerasi, atau mengubah arah.
Risiko ini semakin tinggi jika tumpahan oli berada di area tikungan. Gaya sentrifugal membuat sepeda motor membutuhkan daya cengkeram yang lebih besar di sisi samping ban yang lebih kecil traksinya.
Tumpahan oli menjadi lebih berbahaya ketika terkena air hujan. Oli tidak bercampur secara sempurna dengan air dan cenderung membentuk lapisan di atasnya. Kombinasi tersebut dapat membuat permukaan jalan menjadi sangat licin dan sulit diprediksi.
Pada sepeda motor, kondisi ini sangat berisiko karena kendaraan hanya bertumpu pada dua roda. Pengereman mendadak atau gerakan setang yang terlalu agresif dapat membuat motor kehilangan keseimbangan dan tergelincir.
Tips Berkendara Sepeda Motor Melewati Tumpahan Oli
1. Segera Kurangi Kecepatan Sebelum Melewati Oli
Ketika melihat permukaan jalan yang mengilap atau ada efek pelangi, segera kurangi kecepatan dengan melepaskan putaran tuas gas. Jangan menunggu sampai roda depan tepat berada di atas tumpahan oli karena motor akan meluncur terlalu kencang.
2. Jangan Tarik Tuas Rem
Biarkan sepeda motor meluncur dengan sendirinya sampai kehabisan momentum sehingga berhenti sendiri. Jangan menarik tuas rem karena justru akan membuat ban kehilangan daya cengkeram dan akhirnya motor terpeleset.
3. Hindari Gerakan Mendadak
Saat melewati tumpahan oli, usahakan setang tetap lurus dan stabil. Gerakan seperti membelok tajam, melakukan akselerasi keras, atau mengerem mendadak dapat membuat ban kehilangan traksi.
4. Jaga Posisi Sepeda Motor Tetap Tegak
Motor sebaiknya berada dalam posisi tegak ketika melewati permukaan yang licin. Hindari menikung di atas tumpahan oli karena ban membutuhkan daya cengkeram lebih besar ketika motor dalam posisi miring.
5. Pastikan Tidak Ada Sisa Oli di Ban Motor
Jika sudah berhasil melewati tumpahan oli, jangan langsung tancap gas. Hentikan sepeda motor di tempat yang aman dan perhatikan kondisi ban. Kalau masih ada sisa oli, siram dengan air bersih untuk menguranginya. Alangkah lebih baik jika bisa dilap untuk mengangkat oli yang tertinggal.
Setelah mulai berjalan lagi, berikan waktu agar ban kembali mendapatkan cengkeraman yang lebih baik pada permukaan aspal. Cobalah untuk melakukan pengereman tipis-tipis untuk melihat respons dan memastikan sudah tidak ada sisa oli.
Prestone Brake Fluid DOT 4 Solusi Mudah Rem Sepeda Motor Listrik
Masalah umum rem sepeda motor listrik adalah vapor lock, yaitu kondisi di mana suhu cairan rem melewati batas maksimal karena digunakan secara terus-menerus dalam kondisi berat.
Cairan rem yang mendidih akan menghasilkan uap air di dalam sistem pengereman sehingga mengganggu tekanan hidraulis dan menyebabkan injakan pedal rem terasa hampa.
Suhu cairan rem bisa mencapai 150–180 derajat Celcius ketika beroperasi. Masalahnya, cairan rem memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Air yang masuk ke dalam sistem pengereman dapat menurunkan titik didih cairan rem.
Sebagai informasi, kontribusi air 3% di cairan rem akan menurunkan titik didih hingga sekitar 100 derajat Celcius.
Titik didih Prestone Brake Fluid DOT 4 adalah 265 derajat Celcius (kondisi baru). Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, cairan rem Prestone sanggup menjaga kadar air dalam batas aman.
Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi.
Hal ini jelas menguntungkan karena mereduksi potensi timbulnya karat akibat oksidasi di dalam sistem rem sepeda motor.
Prestone turut memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dalam sistem rem, cocok untuk rem cakram dan tromol, serta bersinergi dengan fitur-fitur penting seperti rem ABS dan regenerative braking system pada sepeda motor listrik.