TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
15-December-2018

Q & A SEPUTAR CATALYTIC CONVERTER

Walaupun sosok dan bentuknya tak terlihat, catalytic converter adalah bagian dari sistem pengendali emisi mobil Anda yang punya peran penting. Mau tahu di mana letaknya? Peranti penyaring emisi ini terletak di bagian hulu muffler knalpot mobil Anda. Jadi,  posisinya berdekatan dengan mesin. Lalu, bagaimana mekanisme kerja perangkat ini? Begini, ketika mesin hidup kemudian knalpot akan memanaskan logam mulia yang berbentuk sarang lebah di dalam catalityc

Walaupun sosok dan bentuknya tak terlihat, catalytic converter adalah bagian dari sistem pengendali emisi mobil Anda yang punya peran penting.

Mau tahu di mana letaknya? Peranti penyaring emisi ini terletak di bagian hulu muffler knalpot mobil Anda. Jadi,  posisinya berdekatan dengan mesin. Lalu, bagaimana mekanisme kerja perangkat ini? Begini, ketika mesin hidup kemudian knalpot akan memanaskan logam mulia yang berbentuk sarang lebah di dalam catalityc converter. Pada saat itu pula perangkat ini mulai bekerja menyaring gas berbahaya yang terkandung dalam sisa pembakaran. Salah satunya adalah Sulfur atau belerang  yang bisa memicu terjadinya hujan asam. Maka, ketika catalytic converter mengalami kebocoran, Anda akan mencium bau mirip telur busuk.  Sulfur yang menyebabkan bau seperti itu.

Berkat Catalytic converter kendaraan di zaman sekarang mengeluarkan gas buang  yang lebih bersih daripada mobil jadul. Question & Answer (Q&A) berikut  akan memandu Anda mengenal lebih dekat catalytic converter serta cara perawatannya.

1.
Bagaimana saya bisa tahu saat yang tepat mengganti catalytic converter di mobil?

Catalityc converter  rusak jika terkontaminasi oleh oli mesin dan cairan pendingin. Seiring dengan bertambahnya usia, catalytic converter akan mengalami penyumbatan.  Saat itu, ia akan mengalami penurunan kinerja. Tidak efektif lagi menyaring polutan yang terkandung dalam gas buangan mobil. Asap kenalpot menjadi terlihat gelap dan tercium bau telur busuk.  Busi yang tidak bekerja secara benar, sensor oksigen rusak, serta berbagai penyebab lain bisa mengakibatkan catalytic converter mengalami overheat pada akhirnya rusak.

2.
Seberapa sering catalytic converter harus diganti?

Pada umumnya catalytic converter memiliki usia pakai rata-rata sekitar 10 tahun. Montir di bengkel tahu pasti saat yang tepat mengganti catalytic converter.

3.
Hal-hal apa saja yang menyebabkan catalytic converter harus diganti?

Perangkat ini harus diganti ketika mengalami kerusakan fisik, tersumbat, terkontaminasi oleh minyak atau pendingin mesin. Bahkan terkadang perangkat ini hilang karena dicuri. Sebab, di dalamnya terdapat logam mulia. Jadi, catalytic converter disarankan diganti hanya ketika benar-benar mengalami kerusakan. Sebab harga peranti ini tergolong mahal.

4.
Berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Harga catalytic converter berkisar antara Rp 3,5 juta – Rp 5 juta. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan tergantung pada tipe kendaraan dan kerusakan yang dialami oleh perangkat tersebut.

 

Teks| Foto: Team Autochem| Cars.com

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales@autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2019, Hak cipta dilindungi Undang-undang