TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
04-December-2022

MENJAGA KONDISI AIR RADIATOR MOBIL

Cara Mudah Menjaga Kondisi Air Radiator Supaya Mesin Tidak Jebol, Nomor 6 Paling Penting!

Air sebagai cairan pendingin merupakan komponen vital dalam radiator mobil.
Begitu air radiator bermasalah, maka sistem pendingin mesin mobil akan langsung mendapatkan gangguan.
Namun begitu, Anda tidak boleh sembarangan mengisi air radiator.
Jika salah, bisa membuat mesin overheat bahkan jebol sehingga harus turun mesin.

Nah, bagaimana cara menjaga kondisi air radiator mesin mobil?
1. Jaga Takaran Air Radiator
Untuk takaran air radiator, biasanya pada tabung air atau reservoir radiator terdapat batas minimum dan maksimum. 
Pastikan air pendingin radiator tersebut berada di garis batas maksimum.
Jangan membiarkan air tersebut berada di bawah batas minimum karena akan menimbulkan masalah.
Volume air cadangan yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan akan mengganggu kerja radiator dan mengakibatkan mesin kepanasan.

2. Cek Fisik Radiator
Anda sebagai pemilik mobil dapat mengecek kondisi radiator dengan cara melihat fisiknya. 
Pastikan tidak ada kebocoran air radiator, seperti menengok potensi tetesan air dari kolong mesin.
Termasuk pula cek potensi tumbuhnya karat di bodi dan saluran radiator yang berbahan logam.
Cek juga kondisi airnya, apakah masih bening atau sudah terlihat berubah warna, seperti menguning atau kotor.

3. Periksa Tutup Radiator
Jangan lupa cek kondisi tutup radiator yang kadang suka terlewatkan saat pemeriksaan.
Selain berfungsi menutup lubang pengisian cairan, tutup radiator juga berguna sebagai pengatur tekanan di dalam sistem pendinginan mesin. 
Tutup radiator menjadi pengatur antara radiator dengan reservoir atau penampung cadangan air radiator.
Tutup radiator yang lemah akan membuat tekanan di dalam radiator turun dan air menguap keluar yang membuat air radiator habis.

4. Ganti Air Radiator Secara Berkala
Segera ganti bila warna air radiator sudah berubah.
Paling aman tentunya melakukan penggantian air radiator sesuai ketentuan dalam buku manual kendaraan bermotor.
Hati-hati pula dalam penggunaan air radiator, usahakan tidak menggunakan air sumur yang tinggi mineral dan kotor.

5. Gunakan Radiator Coolant
Usahakan untuk menggunakan cairan khusus pendingin radiator atau radiator coolant agar suhu di dalam radiator tetap terjaga.
Air biasa tidak bisa sebaik coolant dalam mendinginkan suhu mesin karena coolant dirancang spesifik sesuai kebutuhan mesin mobil.
Seperti titik didih coolant yang lebih tinggi dari air biasa dan memiliki formula anti endapan lumpur dan lumut.
Termasuk menjaga radiator dari potensi bahaya laten karat yang berbahaya.

6. Manfaatkan Keunggulan Master Radiator Coolant
Dengan suhu udara yang cukup tinggi, membuat panas mesin perlu segera dilepas ke udara dengan cepat agar mesin tidak mudah mengalami knocking (ngelitik) sebagai salah satu tanda mesin mengalami ‘overheat’.
Master Radiator Coolant dirancang agar mampu memberikan performa pendinginan maksimal pada mesin kendaraan sehingga cocok untuk kendaraan Anda yang memiliki mobilitas tinggi.
Campuran Ethylene Glycol yang tepat pada Master Radiator Coolant membuat transfer panas mesin tetap optimal dan titik didih meningkat menjadi 104°C pada tekanan 1 atm.  
Komposisi yang tepat inilah yang membuat Master Radiator Coolant cocok digunakan oleh kendaraan di iklim tropis.
Aditif anti karat yang digunakan oleh Master Radiator Coolant juga akan menjaga sistem pendinginan mesin dari korosi.
Kualitas super dari Master Radiator Coolant sudah tidak diragukan lagi dengan  penghargaan dari Superbrands selama 3 tahun berturut-turut (2020-2022).
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.