TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
20-February-2026

SEBAB OLI MESIN MENJADI SEPERTI LUMPUR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN GANTI OLI RUTIN KETIKA SERVIS BERKALA

Ketika oli mobil kehilangan viskositas dan berubah menjadi kental atau berlumpur, fungsi utamanya sebagai pelumas dan pendingin mesin tidak lagi optimal. Gesekan antar komponen meningkat, suhu mesin naik, dan umur mesin bisa jauh lebih pendek. 

Kondisi ini bisa terjadi karena kelalaian perawatan, hingga penggunaan oli yang tidak sesuai. Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami penyebab oli mobil berubah seperti lumpur agar bisa mencegah kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.

Penyebab Oli Mobil Menjadi Seperti Lumpur

1. Jarang Ganti Oli Mobil
Penyebab paling umum oli mobil berubah seperti lumpur adalah karena jarang diganti. Oli yang lama digunakan akan mengalami oksidasi akibat suhu mesin tinggi dan kontaminasi dari sisa pembakaran. Zat aditif di dalam oli akan rusak dan mengendap, membentuk menyerupai lumpur. 

Umumnya, oli mobil harus diganti setiap 10.000 km atau 6 bulan, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Jika jadwal pergantian diabaikan, endapan akan menumpuk dan menutup saluran oli, sehingga sirkulasi pelumasan terganggu dan mesin mudah panas.

2. Kualitas Oli Mobil Buruk
Menggunakan oli mobil dengan kualitas rendah atau palsu juga bisa menyebabkan perubahan tekstur menjadi lumpur. Oli dengan mutu jelek tidak memiliki kestabilan panas dan aditif pembersih yang memadai.
Akibatnya, saat mesin bekerja keras, oli akan cepat terdegradasi dan membentuk lapisan kotor. 

Selain itu, oli palsu  tidak memenuhi standar SAE atau API, sehingga tidak mampu menjaga performa mesin.
Untuk mencegah hal ini, pastikan selalu membeli oli mobil dari merek terpercaya dan toko resmi agar mendapatkan pelumas asli yang sesuai rekomendasi Toyota.

3. Mesin Mobil Overheating
Suhu mesin yang terlalu panas atau overheating dapat mempercepat proses penggumpalan pada oli mobil. Ketika mesin bekerja di atas suhu normal, struktur kimia oli akan rusak dan membentuk residu pekat.

Overheating bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti radiator bocor, kipas pendingin tidak berfungsi, atau kekurangan cairan pendingin (coolant).

Jika kondisi ini terus dibiarkan, oli akan kehilangan kemampuan melumasi, bahkan bisa menyebabkan kerak di dinding silinder dan piston. Karena itu, selalu jaga sistem pendinginan agar suhu mesin tetap stabil.

4. Campuran Air atau Coolant ke Dalam Oli
Kebocoran pada sistem pendingin bisa menyebabkan coolant atau air masuk ke dalam oli mobil, dan hal ini akan langsung mengubah teksturnya menjadi seperti lumpur. Biasanya, masalah ini terjadi karena gasket kepala silinder rusak, atau terdapat retakan pada blok mesin. 

Campuran air dan oli menghasilkan emulsi berwarna cokelat susu yang sangat kental. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menghambat sirkulasi oli di mesin dan menyebabkan keausan ekstrem pada komponen internal.

5. Endapan dari Pembakaran Tidak Sempurna
Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna juga menjadi penyebab oli mobil berubah seperti lumpur. Sisa karbon, jelaga, dan bahan bakar bisa ikut masuk ke ruang oli melalui sistem ventilasi mesin. Kotoran ini akan bercampur dengan oli dan membentuk lumpur tebal. 

Biasanya, gejala ini terjadi pada mobil yang sering digunakan di kondisi lalu lintas padat, atau jarang mencapai suhu kerja optimal. Untuk mencegahnya, lakukan tune up berkala dan pastikan filter udara serta sistem injeksi bahan bakar bekerja dengan baik.

6. Filter Oli Mobil Tersumbat
Filter oli memiliki fungsi penting untuk menyaring kotoran dan partikel logam dari sirkulasi pelumasan. Jika filter oli mobil tersumbat, maka kotoran dalam sistem dan menumpuk di dalam karter.

Lama-kelamaan, kotoran ini bercampur dengan oli lama dan membentuk endapan kental. Oleh sebab itu, setiap kali ganti oli, sebaiknya filter oli juga diganti agar sistem pelumasan tetap bersih dan lancar.

7. Penggunaan Mobil yang Tidak Teratur
Kebiasaan jarang menyalakan kendaraan juga bisa membuat oli mobil berubah seperti lumpur. Mobil yang terlalu lama tidak digunakan menyebabkan oli mengendap dan kotoran menumpuk di dasar karter.

Ketika mobil kembali dihidupkan, endapan ini bisa ikut bersirkulasi dan membuat oli cepat kental. Untuk menghindarinya, sebaiknya panaskan mesin mobil setidaknya dua kali seminggu selama beberapa menit agar oli tetap mengalir dan sirkulasi tetap lancar.

Solusi agar terhindar dari oli mobil berubah seperti lumpur adalah dengan ganti oli sesuai waktunya servis berkala di bengkel resmi atau langganan, yakni setiap 10.000 km atau 6 bulan. Dengan begitu, kualitas oli mesin selalu terjaga sehingga terhindar dari risiko masalah.

8. Gunakan Pelumas Prestone Untuk Perlindungan Terbaik
Pelumas PRESTONE 5W-30 API SN ILSAC GF-5 sangat cocok digunakan untuk kendaraan-kendaraan modern, dengan kapasitas mesin mungil untuk mobilitas perkotaan yang berat. Keunggulan tersebut karena pelumas PRESTONE terbaru telah menggunakan aditif terbaik yang ada saat ini.

ECO Guard Technology pada oli PRESTONE mampu memberikan perlindungan optimal pada komponen bergerak di dalam mesin. Sehingga cocok untuk digunakan di Indonesia yang beriklim tropis serta lalu lintas cukup padat. 

Penggunaan aditif terbaik pada PRESTONE SAE 5W-30 API SN ILSAC GF-5, membuat pelumas mesin ini cocok digunakan untuk mesin modern. Tingkat kekentalan tepat untuk iklim tropis, berefek pada suara mesin lebih senyap dan cocok digunakan untuk bensin yang mengandung ethanol.

Sebagai pilihan, produk ini ditawarkan dalam dua varian yaitu PRESTONE 5W-30 API SN ILSAC GF-5 Synthetic dan PRESTONE 5W-30 API SN ILSAC GF-5 Fully Synthetic. Keduanya sudah memenuhi standardisasi API Service SN sebagai API Service tertinggi di Indonesia yang dikeluarkan oleh SNI.

Memenuhi Standar Ketat ILSAC GF-5
Tak hanya mengacu dari API, produk baru PRESTONE juga merujuk kepada ILSAC atau International Lubricants Standardization and Approval Committee. Pasalnya, pengujian yang dibuat ILSAC lebih ketat sebagai standar minimum kebutuhan mesin-mesin mobil produksi Amerika dan Jepang.

Ada empat poin utama sebagai standar dari pengujian ILSAC GF-5 yaitu minim penguapan, tahan penggunaan bahan bakar ethanol hingga 85%, buih busa harus hilang dalam waktu kurang dari 60 detik agar mesin lebih terlindungi, dan konsumsi BBM yang lebih irit.

Dengan memenuhi standar ketat ILSAC GF-5, terbukti bahwa PRESTONE 5W-30 API SN ILSAC GF-5 sanggup menjawab kebutuhan oli mesin mobil-mobil di Tanah Air. Dikarenakan pula minim penguapan, pelumas ini ideal untuk mobil berteknologi turbocharger.  

Pengembangan PRESTONE 10W-40 API SN
PT Autochem Industry juga melakukan pengembangan terhadap PRESTONE 10W-40 API SN. API Service pelumas yang sebelumnya menggunakan standar SM, ditingkatkan menjadi SN.

Produk ini sangat direkomendasikan bagi mobil-mobil berusia di atas 2 tahun dan sering bekerja berat. Viskositas dari pelumas beserta kandungan di dalamnya tak hanya cocok untuk mengarungi kemacetan lalu lintas, namun juga memberikan perlindungan maksimal terhadap komponen mesin berkat adanya aditif ECO Guard.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.