Di bulan puasa, menahan lapar dan haus di siang hari bisa berdampak pada perubahan kegiatan harian dan pola tidur. Selain itu, aktivitas rutin seperti makan dan minum lebih banyak dilakukan pada malam hari sehingga mengurangi durasi dan kualitas tidur.
Serangan kantuk kerap terjadi antara pukul 13.00-16.00 sebagai puncak rasa lapar dan kekurangan cairan tubuh. Mengantuk saat mengemudi mobil ketika berpuasa tidak dapat dihindari karena perubahan jam biologis dan metabolisme tubuh.
Karena itu, Anda harus berupaya mengurangi dampaknya supaya tidak mengganggu aktvitas, apalagi kalau sampai memicu pertikaian atau kecelakaan. Berikut tips mengurangi rasa kantuk ketika mengemudi mobil di bulan Ramadan.
1. Pastikan Tidur di Malam Hari
Jangan banyak beraktivitas di malam hari, aturlah pola tidur dengan baik. Meskipun terpotong waktu sahur, pastikan waktu tidur di malam hari tidak kurang dari 6 jam penuh sehingga tubuh memiliki kesempatan yang cukup untuk istirahat.
Hal ini penting karena serangan kantuk akan membuat Anda mudah emosi di jalan sehingga memicu pertikaian atau kecelakaan. Termasuk, turunnya kewaspadaan dan refleks tubuh yang berakibat terlambat merespons situasi darurat di depan mata.
2. Perhatikan Pola Makan yang Seimbang
Jaga pola makan karena diet yang seimbang dapat membuat tidur lebih baik serta tidak kekenyangan. Momen sahur juga penting mengingat asupan makanan yang tepat akan membuat tubuh merasa nyaman dan tidak mudah lelah di siang hari.
Usahakan untuk dapat mengonsumsi buah dan sayur segar saat buka puasa dan sahur supaya metabolism tubuh terjaga. Pastikan pula kebutuhan minum air putih terpenuhi supaya tidak kena dehidrasi ketika puasa di siang hari.
3. Kendalikan Nafsu Makan Saat Sahur dan Buka Puasa
Terlalu kenyang saat sahur akan membuat Anda mengantuk. Namun tidur lagi di pagi hari bisa bikin malas melanjutkan aktivitas. Sisa kantuk tertinggal bisa membuat refleks dan konsentrasi tubuh menurun, sehingga berbahaya jika dipaksakan mengemudi.
Kendalikan nafsu makan ketika buka puasa mengingat masih harus menyetir mobil. Bila terjadi, mengemudi bakal tidak nyaman karena duduk di jok dengan perut kekenyangan. Serangan kantuk dapat terjadi kapan saja akibat kadar gula darah dalam tubuh melonjak drastis.
Ingat pula bahwa jendela waktu makan di malam hari hanya singkat karena terpotong waktu tidur. Anda tentu tidak mau tidur dalam keadaan kekenyangan padahal esok pagi mau sahur.
4. Usahakan Terpapar Sinar Matahari
Usahakan terpapar sinar matahari di siang hari untuk memperkuat jam biologis dan hindari cahaya dari layar gadget atau televisi sebelum tidur malam untuk mencegah kelelahan. Paparan sinar matahari yang hangat juga memberikan rasa tenang dan siap beraktivitas.
5. Hindari Bahan Kafein dan Soda
Hindari minuman dengan kandungan kafein tinggi karena membuat tubuh sulit mengantuk. Hindari pula minuman bersoda karena bisa membuat perut tidak nyaman, terutama yang memiliki gangguan lambung.
6. Atur Irama Pekerjaan dan Lakukan Power Nap
Atur irama pekerjaan di siang hari, terutama di awal bulan puasa, agar tetap produktif tapi tidak sampai membuat tubuh cepat lelah. Lakukan power nap atau tidur singkat saat jam makan siang sekitar 30 menit untuk mengistirahatkan tubuh agar tetap segar.
7. Buka Kaca Mobil dan Lakukan Peregangan Ringan
Buka kaca mobil dan biarkan sejenak udara luar masuk ke dalam kabin sehingga lebih segar. Lakukan peregangan otot-otot yang kaku, mulai dari menggerakkan kepala secukupnya, menegakkan tubuh dan melakukan senam mata dengan melirik sisi kanan kiri sembari mengecek spion secara berkala.
8. Jangan Paksakan Menyetir Kalau Mengantuk
Memaksakan mengemudi mobil tapi mengantuk dapat memicu serangan microsleep yang sangat berbahaya. Tidak perlu terlalu lama, 30 menit sudah cukup untuk mengembalikan kebugaran tubuh. Segera berhenti di rest area atau pom bensin, buka sedikit kaca mobil ketika tidur dengan menyalakan AC.
9. Mengemudi dengan Tenang dan Bijaksana
Karena dalam kondisi puasa, konsentrasi saat mengemudi mobil biasanya akan menurun, khususnya kalau sudah melewati jam 12 siang. Karena itu, mengemudilah dengan tenang dan bijaksana demi ketertiban dan keamanan di jalan.
10. Kendalikan Emosi Ketika Mengemudi
Sebagian orang jadi mudah terpancing emosinya ketika mengemudi dalam keadaan lapar, dan itu wajar. Namun karena dapat memicu pertikaian, Anda wajib menjaga emosi dengan tidak mengemudi seenaknya di jalan.
Jangan mudah terprovokasi oleh perilaku orang lain yang dapat membuat emosi sulit dikendalikan. Patuhi pula aturan dan rambu lalu lintas agar hati tetap tenang dan tidak menyebabkan kecelakaan.
Gunakan Master Radiator Coolant
1. MASTER Radiator Cool
MASTER Radiator Cool dikembangkan untuk pengguna kendaraan yang memerlukan performa mesin optimal. Radiator Coolant ini memiliki transfer heat yang baik sehingga proses pelepasan panas mesin di radiator kian maksimal. Keunggulan ini juga berdampak pada respons transmisi otomatis lebih baik, serta kinerja AC yang mampu membuat kabin mobil lebih cepat dingin.
MASTER Radiator Cool juga dilengkapi aditif anti korosi sehingga aman terhadap sistem pendinginan mesin kendaraan. Warna pada MASTER Radiator Cool akan memudar, seiring dengan perubahan sifat air radiator dari basa ke asam yang memberikan informasi kepada pemilik kendaraan untuk mengganti air radiator.
2. MASTER Radiator Coolant Premix
MASTER Radiator Coolant Premix yang dirancang untuk iklim tropis dan telah lama menjadi pilihan konsumen Tanah Air pun menawarkan hal baru. Hadirnya cairan berwarna biru, melengkapi pilihan pada produk yang sebelumnya tersedia dalam warna merah dan hijau.
3. MASTER Radiator Coolant Gold
MASTER Radiator Coolant Series juga kini memiliki produk baru yang ditandai dengan kemasan Gold atau emas. Cairan pendingin ini dikembangkan sesuai spesifikasi OEM (Original Equipment Manufacturer).
Paling utama, produk ini memiliki komposisi glycol 30% berteknologi OAT (Organic Acid Technology). Selain mengaplikasikan bahan organik yang berarti ramah lingkungan, penggunaannya juga memberikan dampak positif yaitu minim penguapan yang berarti membuat usia pakai coolant lebih lama.
Panas merupakan musuh dari segala bentuk cairan. MASTER Radiator Coolant Gold ini bisa menjadi pilihan karena diformulasi dengan bahan organik. Dengan begitu bisa memperpanjang usia pakai dari radiator serta komponen pendukungnya.