TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
21-August-2026

CARI PEMICU SUARA GEREDEK DI TRANSMISI CVT SEPEDA MOTOR MATIC, KENAPA YA?

Suara gredek atau decitan saat motor matic mulai berjalan maupun berakselerasi kerap membuat pengendara khawatir. Bunyi tersebut sebenarnya bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT).

CVT bekerja secara otomatis mengatur rasio putaran mesin agar akselerasi berlangsung responsif tanpa perpindahan gigi. Karena itu, setiap komponen di dalamnya perlu dirawat secara berkala agar performa motor tetap optimal.

Penyebab CVT Motor Matic Gredek

Bunyi gredek umumnya muncul dari area kampas ganda dan mangkok kopling. Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. 

Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek.

Pemicu Suara Geredek di Transmisi CVT Motor Matic

Ada beberapa kondisi yang dapat memicu gejala tersebut:

•    Penumpukan debu akibat gesekan komponen CVT. Debu yang menempel pada kampas ganda dan mangkok kopling dapat mengurangi daya cengkeram.
•    Permukaan mangkok kopling yang licin atau mengalami glazing akibat panas berlebih. Kondisi ini membuat gesekan dengan kampas ganda menjadi kurang optimal.
•    Kampas ganda yang sudah aus. Penggunaan terus-menerus membuat permukaannya menipis atau bahkan terbakar sehingga kemampuan mencengkeram ikut menurun.
•    Selain bunyi gredek, suara berdecit juga bisa disebabkan V-belt yang mulai kering, getas, aus, atau licin. Kondisi tersebut dapat mengganggu efisiensi penyaluran tenaga mesin.

Jaga Komponen Transmisi CVT Sepeda Motor Matic
Untuk menjaga CVT tetap bekerja optimal, pembersihan dan pemeriksaan dapat dilakukan setiap sekitar 2.000-5.000 km, tergantung kondisi serta pola penggunaan motor.

Komponen seperti kampas ganda dan V-belt juga perlu segera diganti apabila sudah menunjukkan tanda keausan atau kerusakan. Transmisi CVT harus bebas dari debu, oli dan air. 

Jika tidak, dapat mengakibatkan licin dan berbunyi serta menghambat laju motor akibat putaran mesin tidak bisa diteruskan ke roda belakang. Perhatikan keadaan filter CVT untuk menjaga kebersihan rumah transmisi CVT.

Pemeriksaan berkala penting sebelum muncul masalah yang lebih serius. Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Jika pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal.

Dengan pemeriksaan rutin, potensi kerusakan dapat diketahui lebih dini sehingga performa motor tetap terjaga dan usia komponen menjadi lebih panjang.

Gunakan Oli Mesin Motor Matic Berkualitas

Tidak hanya transmisi CVT, mesin sepeda motor matic juga butuh oli mesin. Untuk motor matic tangguh dengan jam terbang tinggi, disarankan ganti oli mesin setiap 2.500–3.000 km. Oli MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB dirancang untuk memaksimalkan durabilitasnya ketika melumasi komponen mesin.

Dengan SAE 20W yang lebih kental, oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar waktu mesin masih dingin. Sementara angka SAE 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha saat beroperasi. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online.

PT Autochem Industry menyediakan dua varian yaitu 0,8 liter dan 0,9 liter. Volume oli 0,8 liter atau 800 ml direkomendasikan untuk sepeda motor matic umumnya bermesin 125 cc. Sedangkan versi 0,9 liter atau 900 ml cocok untuk pengguna matic Yamaha 155 series seperti Yamaha NMax 155 dan Yamaha Aerox 155.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.