TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
28-July-2019

FUNGSI DAN JENIS MINYAK REM TERLENGKAP

Minyak rem biasanya digunakan pada kendaraan roda empat, alias mobil. Tanpa ada minyak rem, pastinya bisa membahayakan pengemudi dan penumpang sehingga mobil tidak akan pernah berfungsi dengan baik. Komponen seperti cairan rem merupakan komponen vital pada kendaraan roda empat. Maka dari itu anda mesti mengenali fungsi minyak rem yang ada pada kendaraan anda. Dengan mengenali cairan rem, pastinya anda bisa lebih merawat mobil untuk digunakan dalam beraktivitas.

Setiap kendaraan pasti punya elemen tertentu untuk membuat semuanya berjalan baik. Tiap suku cadang yang ada pada kendaraan punya perannya masing-masing. Tidak terkecuali untuk cairan rem. Minyak rem biasanya digunakan pada kendaraan roda empat, alias mobil. Tanpa ada minyak rem, pastinya bisa membahayakan pengemudi dan penumpang sehingga mobil tidak akan pernah berfungsi dengan baik. Komponen seperti cairan rem merupakan komponen vital pada kendaraan roda empat. Maka dari itu anda mesti mengenali fungsi minyak rem yang ada pada kendaraan anda. Dengan mengenali cairan rem, pastinya anda bisa lebih merawat mobil untuk digunakan dalam beraktivitas.

Fungsi Minyak Rem

Apa sih fungsi minyak rem pada mobil atau kendaraan roda empat? Tentunya setiap orang tahu fungsi dari cairan rem ini. Tapi apakah anda tahu penjelasan detail minyak rem sehingga rem mobil bisa berfungsi dengan baik? Tidak selalu. Maka dari itu kami akan senantiasa membuat anda lebih mengenal fungsi dari cairan rem ini. Fungsi minyak rem adalah untuk melumasi komponen logam yang saling bergesekan, yakni cakram dan kampas. Dua komponen ini punya fungsi untuk menghentikan kendaraan dan minyak rem punya peran untuk membuat kedua komponen yang bergesekan ini tidak kering dan akan tahan terhadap panas. Tidak hanya itu, fungsi dari cairan rem lainnya adalah sebagai penyalur sistem hidrolik karena memang sifat dari minyak rem seperti fluida atau cairan dalam sistem lainnya.

Bagaimana Cairan Lem Bekerja?

Minyak rem bekerja sangat efisien dalam membuat kedua logam yang bergesekan ini tidak kering. Saat anda menekan pedal rem pada kendaraan, maka tenaga hidrolik akan mulai bekerja yang diaktifkan dari silinder master agar roda mobil bisa berhenti. Untuk menghentikan laju roda mobil, tentu kita akan menekan karet tromol atau menjepit cakram sehingga laju roda perlahan berhenti sesuai dengan tekanan yang kita berikan. Nah, agar tenaga hidrolik ini bisa tersalurkan ke semua sistem, membutuhkan minyak atau cairan rem. Master silinder mobil akan mengirimkan energi mekanis ke piston sehingga akan menghasilkan panas dari gesekan minyak rem agar laju roda bisa berhenti sesuai dengan tekanan ke tromol atau menjepit cakram.

Apa Saja sih Kandungan yang Terdapat Pada Minyak Rem?

Untuk mengenal cairan rem lebih jauh, anda mesti tahu apa saja sih kandungan yang terdapat pada minyak rem ini. Biasanya kandungan minyak rem terdiri dari 3 kandungan, yakni poly glycol, glycol ether, dan additive. 3 kandungan ini punya fungsi yang berbeda-beda. Poly glycol sendiri punya peran sebagai pelumas sebab punya tingkat kekentalan yang sangat tinggi. Beda lagi dengan glycol ether yang punya peran mengontrol kekentalan tersebut, dan juga titik didih untuk kestabilan karet. Additive berfungsi untuk mencegah korosi (kerusakan atau degradasi sebuah logam yang dipakai untuk rem). 

Jenis Minyak Rem untuk Anda Ketahui

Cairan rem terdiri dari beberapa klasifikasi. Tentunya masing-masing jenis dari minyak rem punya kegunaannya masing-masing. Biasanya jenis cairan rem mempunyai nama DOT yang merupakan singkatan dari Department of Transportation. Apa sih fungsinya? Sebagai pengukur titik didih dari minyak rem. Semakin tinggi angka dari DOT, maka akan semakin tinggi pula titik didihnya. Nah, agar anda lebih paham mengenai minyak rem, yuk kita cek apa saja sih jenis-jenis dari cairan rem ini:

DOT 3

Minyak rem tipe DOT 3 ini mengandung polyglycol ether yang hydroscopik, yang mempunyai arti sifat penyerap air. Jika tercampur dengan air maka minyak rem tersebut tetap berwujud sama. Namun minyak rem DOT 3 ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan:

  • Minyak rem ini mudah sekali menyerap air

  • Minyak rem ini sangat mudah untuk didapatkan

Kekurangan:

  • Dapat merusak karet alami

  • Dapat merusak cat

  • Cepat menimbulkan karat

DOT 4

Jika anda mempunyai mobil tahun lama, maka jenis cairan rem DOT 4 sangat sering digunakan oleh tipe kendaraan lama. Lalu apa saja sih kelebihan dan kekurangan dari minyak rem DOT 4

Kelebihan:

  • Cukup mudah untuk diperoleh

  • Titik didih DOT 4 lebih tinggi dibandingkan DOT 3 sehingga pas untuk digunakan pada mobil yang mempunyai sistem rem bersuhu tinggi

Kekurangan:

  • Tidak mudah menyerap air layaknya DOT 3

  • Dapat merusak cat

  • Harga lebih mahal dibandingkan DOT 3

  • Cepat menimbulkan korosi pada sistem rem

DOT 5

Kalau anda ingin menggunakan cairan rem berbahan silikon, maka DOT 5 merupakan jenis minyak rem yang punya bahan silikon. Apa sih keunggulan dari minyak rem berbahan silikon? Bahan ini tidak menyerap air sehingga mengurangi kemungkinan penyebab korosi sehingga lebih stabil pada sistem rem bersuhu tinggi. Pada kendaraan apa sih biasanya DOT 5 digunakan? Biasanya DOT 5 sering digunakan pada kendaraan militer sehingga tidak akan merusak cat mobil militer yang berfungsi sebagai penyamaran ketika berperang. Lalu apa saja sih kelebihan dan kekurangan dari DOT 5 ini?

Kelebihan:

  • Tidak merusak cat

  • Bahan silikon

  • Tidak menyerap air sehingga pas untuk digunakan pada keadaan lembab

  • Sesuai dengan semua jenis karet rem

Kekurangan:

  • Daya pelumas kurang baik

  • Diperlukan tenaga lebih besar ketika ingin mengerem

  • Tidak cocok untuk mobil yang dilengkapi ABS

Apakah DOT 5 bisa diaplikasikan seperti DOT 4 atau DOT 3? Belum tentu. Anda perlu membuat ulang sistem hidrolik pada kendaraan untuk menggunakan DOT 5. Jangan lupa juga, bahwa DOT 5 ini tidak menyerap air sehingga kelembapan pada sistem hidrolik akan mengumpul pada satu bagian. Oleh karena itu korosi minyak rem akan menggumpal pada satu titik bagian saja. Tidak mudah untuk mendapatkan cairan rem DOT 5 ini karena memang tidak dijual pada toko biasa.

DOT 5.1

Cairan rem DOT 5.1 merupakan inovasi terbaru lanjutan dari DOT 5. Minyak rem DOT 5.1 punya bahan dasar glycol, tidak silikon yang terdapat pada DOT 5. Jika ingin menyerupai, minyak rem DOT 5.1 lebih menyerupai DOT 4, namun didukung oleh kualitas yang lebih tinggi lagi. Mengapa? Sebab cairan rem DOT 5.1 punya titik didih yang lebih tinggi dalam keadaan basah maupun kering. Dalam keadaan basah titik didih yang terdapat pada DOT 5.1 ini sebesar 275 C dan pada keadaan kering, titik didihnya sebesar 175 C.

Yang membuat DOT 5.1 ini lebih unggul lagi adalah kompatibel dengan berbagai formulasi karet rem sehingga sering digunakan pada kendaraan masa kini.

Itulah berbagai jenis cairan rem yang bisa anda pelajari untuk membuat kendaraan semakin berfungsi dengan baik. Dengan mengetahui berbagai fungsi ataupun jenis minyak rem, tentu anda jadi lebih tahu keadaan sistem rem mobil yang sedang digunakan saat ini. 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2019, Hak cipta dilindungi Undang-undang.