TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
08-November-2021

GAK LOLOS UJI EMISI GAS BUANG? PAHAMI PENYEBABNYA DAN GUNAKAN MASTER PETROL INJECTOR DAN OIL SYSTEM

Pada 13 November mendatang, Peraturan Gubernur (PerGub) DKI Jakarta No.66/2020 akan memberlakukan tilang untuk kendaraan yang tidak lolos uji emisi gas buang. Peraturan ini berlaku untuk kendaraan yang berusia 3 tahun ke atas.

Sebelum membahas lebih jauh, batasan uji emisi gas buang itu sendiri meliputi;

  1. Mobil bensin (di bawah 2007) , kadar CO maks. 3% dan HC maks. 700 ppm.
  2. Mobil bensin (di atas 2007), kadar CO maks. 1.5% dan HC maks. 200 ppm.
  3. Mobil diesel (di bawah 2010 dan bobot kendaraan di bawah 3,5 ton), kadar opasitas maks. 50%.
  4. Mobil diesel (di atas 2010 dan bobot kendaraan di bawah 3,5 ton), kadar opasitas maks. 40%.
  5. Mobil diesel (di bawah 2010 dan bobot kendaraan di atas 3,5 ton), kadar opasitas maks. 60%.
  6. Mobil diesel (di atas 2010 dan bobot kendaraan di atas 3,5 ton), kadar opasitas maks. 50%.
  7. Motor 2 tak (di bawah 2010), kadar CO maks. 4,5% dan HC maks. 12.000 ppm
  8. Motor 4 tak (di bawah 2010), kadar CO maks. 5,5% dan HC maks. 2.400 ppm
  9. Motor 2/4 tak (di atas 2010) , kadar CO maks. 4,5% dan HC maks. 2.000 ppm.

Dari parameter ini, maka hanya dua kandungan gas yang diukur, yakni karbon monoksida (CO) dan Hidro karbon (HC). Dua jenis gas inilah yang cukup berbahaya bagi lingkungan hidup.

PENYEBAB KADAR CO TINGGI

Penyebab utamanya adalah filter udara yang kotor. Alhasil, pasokan udara segar ke ruang bakar terganggu, membuat proses pembakaran kekurangan kadar Oksigen (O2). Dimana seharusnya hasil gas buang menghasilkan CO2 yang tinggi, namun tergantikan menjadi gas CO yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Untuk itu, pastikan kondisi filter udara selalu bersih agar kadar CO dapat ditekan seminimal mungkin.

PENYEBAB KADAR HC TINGGI

Disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna di ruang bakar.  Penyebabnya pun bermacam-macam, salah satunya adalah proses pengabutan bahan bakar yang tidak berlangsung dengan baik. Seperti injektor yang tersumbat atau kinerja karburator yang telah terlampau kotor. Alhasil, tidak semua bensin terbakar sehingga berubah menjadi gas HC yang tinggi.

Untuk itu, MASTER Petrol Injector perlu digunakan untuk memastikan proses pengabutan bahan bakar berlangsung sempurna. Dengan berubahnya bentuk bensin dari cairan menjadi gas, maka proses busi akan lebih mudah untuk memantik agar terjadi pembakaran yang mendekati sempurna.

Oleh karena itu juga, kondisi busi dan koil sebagai sumber pemantik di ruang bakar juga perlu diperhatikan. Jangan sampai busi gagal memantik listrik sehingga proses pembakaran terganggu.

Selain itu, oli yang masuk ke ruang bakar pun turut menyebabkan kadar HC menjadi tinggi. Biasanya kebocoran terjadi akibat ring piston yang melemah, atau terjadi kebocoran pada sil klep.

Tumpukan karbon di piston pun dapat menggangu pergerakan ring piston sehingga tak mampu mengembang maksimal. Untuk itu diperlukan MASTER Oil System Cleaner agar karbon di area ring piston dapat dibersihkan sehingga kompresi mesin kembali meningkat.

Tak ada salahnya untuk memeriksa kompresi mesin terlebih dahulu sebelum melakukan uji emisi. Hal ini bertujuan agar tekanan ideal di ruang bakar tercapai sebagai salah satu persyaratan pembakaran terjadi di mesin. Idealnya, tekanan kompresi mesin bensin berada diangka 140 – 220 PSI (9.5-15 Bar). Jika tekanan di bawah 100 psi (7 bar), otomatis pembakaran akan sulit terjadi.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2021. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang.