Sistem rekayasa lalu lintas contraflow sering dipilih untuk memecah kemacetan, tak terkecuali pada masa mudik dan balik Lebaran. Sebenarnya contraflow bukan perkara aneh karena biasa dilakukan polisi untuk mengendalikan arus lalu lintas di jam sibuk pagi dan sore hari.
Contraflow adalah sistem rekayasa atau pengaturan arus lalu lintas yang dilakukan dengan cara mengubah sebagian arah arus lalu lintas kendaran di jalan yang sedang mengalami kemacetan. Biasanya satu lajur jalan dari arah berlawanan akan dipakai oleh mobil yang arus lalu lintasnya lebih padat.
Seperti diketahui, melewati lajur contraflow tidak bisa sembarangan. Ada panduan yang sebaiknya diikuti untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan berkendara. Pasalnya, lajur contraflow hanya dibatasi separator berupa safety cone.
Padahal, kendaraan dari kedua lawan arah melaju dengan kecepatan tinggi. Dalam kondisi ini, potensi kecelakaan akan meningkat kalau Anda tidak hati-hati. Apalagi bagi pengendara yang sudah terlalu lelah saat arus mudik atau balik Lebaran.
Tips Berkendara di Lajur Contraflow Saat Mudik dan Balik Lebaran
1. Ketahui Titik Start Contraflow
Sebelum melintas, Anda perlu mengetahui jadwal dan lokasi contraflow. Informasi mengenai contraflow biasanya bisa didapatkan melalui social media atau operator jalan tol. Sebelum lajur lawan arah pasti ada rambu-rambu yang dipasang.
2. Ambil Lajur Kanan Sebelum Masuk Lajur Contraflow
Ketika sudah mengetahui titik dan lokasi lajur contraflow, Anda perlu mempersiapkan kendaraan di lajur kanan. Bersiaplah 5 km sebelum pintu masuk lajur contraflow supaya tidak kelewatan atau melakukan manuver mendadak yang berbahaya.
Misalnya, lajur contraflow berada di KM 60, maka pengemudi harus bersiap mengambil lajur kanan saat berada di KM55. Dengan demikian, arus lalu lintas kendaraan lain tidak akan terganggu dan tidak memicu kecelakaan.
3. Pastikan Gerbang Keluar Tol Tujuan Tidak Terlewat
Lajur contraflow memiliki satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Jika pintu gerbang keluar tol sudah terlewat, maka Anda harus melanjutkan perjalanan hingga lajur contraflow berakhir dan mencari pintu keluar terdekat. Jangan nekat seperti jalan mundur atau lawan arus demi ke pintu keluar tol yang terlewati.
4. Jaga Jarak Aman
Ketika melintasi lajur contraflow, dihimbau untuk mengendalikan kecepatan dengan cara menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Terapkan metode 3 detik untuk menghitung jarak aman dengan mobil di depan, tingkatkan hingga 5 detik kalau jalan licin atau hujan deras turun.
5. Batasi Kecepatan Mobil
Kendaraan tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat. Jika kendaraan terlalu pelan, akan menghambat lalu lintas. Terlalu cepat, dapat menabrak mobil di depan karena tidak menjaga jarak aman. Idealnya, kecepatan kendaraan selama di lajur contraflow adalah 60 km/jam.
6. Hindari Keluar Lajur Contraflow
Pada lajur contraflow, kendaraan akan langsung berhadapan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga memiliki tingkat bahaya tinggi. Apabila ada kendaraan yang keluar dari lajur contraflow ataupun sebaliknya, tentu sangat berbahaya.
7. Fokus dan Waspada
Melewati lajur contraflow tentu berbahaya apabila Anda tidak fokus. Oleh karena itu, metode safety driving perlu diterapkan selama melintasi lajur lawan arah. Tetap melihat ke arah depan, sisi kanan dan kiri lewat spion, dan sesekali melihat ke arah belakang.
Selain itu, pastikan Anda dalam kondisi prima dan tidak mengantuk agar lebih waspada saat hendak memasuki lajur contraflow. Selama menggunakan lajur ini, Anda tidak bisa menepi dan beristirahat di rest area karena menggunakan lajur berlawanan arah.
8. Waspada Safety Cone Jatuh
Ada risiko safety cone terjatuh akibat tersenggol kendaraan atau terkena dorongan angin yang sangat kuat. Oleh sebab itu, perhatikan kondisi cone jauh ke depan untuk mengantisipasi masalah. Segera kurangi kecepatan dan lewati celah yang ada sehingga tidak sampai menabrak cone yang jatuh.
9. Harus Sabar dalam Antrean
Karena mobil mogok atau safety cone menghalangi arus contraflow yang hanya satu lajur, kendaraan yang berada di lajur tersebut harus berhenti. Jangan melakukan perbuatan nekat seperti masuk ke lajur lawan arah meskipun sepi. Sabar dan tunggu sampai arus kembali bergerak atau ada perintah dari kepolisian.
10. Pastikan Kondisi Mobil Sehat
Tentu Anda tidak mau mobil tetiba mogok di tengah lajur contraflow. Karena hanya memanfaatkan satu lajur jalan dan tidak bisa kembali ke lajur normal, posisi berhenti mobil Anda akan langsung memblokade arus lalu lintas bahkan bisa berhenti total jika tidak ada solusinya.
Untuk itu, pastikan mobil dalam kondisi sehat sebelum memutuskan untuk masuk ke lajur contraflow. Jangan memaksakan untuk masuk kalau mobil tidak dalam kondisi fit. Karenanya, lakukan servis berkala di bengkel resmi atau langganan supaya tidak bermasalah di lajur contraflow.
11. Ikuti Petunjuk Polisi yang Bertugas
Polisi akan berjaga di sepanjang lajur yang menerapkan aturan contraflow. Mulai dari titik masuk, perhatikan aba-aba dan petunjuk dari mereka. Kalau di depan ada mobil pembuka jalan, ikuti kecepatannya dan berjalan tenang di belakangnya. Pun saat keluar lajur, ikuti petunjuk mereka supaya tertib dan aman.
Bagaimana dengan One Way?
Pada prinsipnya, antara lajur contraflow dan one way tidak ada perbedaan etika berkendara. Pertama, patuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan. Pastikan Anda juga sudah mengetahui jadwalnya supaya tidak bingung di jalan, khususnya lokasi exit tol supaya tidak bingung dan memicu masalah.
Selanjutnya, berkendaralah dengan aman dan nyaman. Jaga kecepatan maksimal dan juga jarak aman dengan kendaraan di depan. Ingat bahwa Anda sedang mengemudi di lajur berlawanan sehingga ada rambu-rambu jalan yang tidak terbaca, termasuk pula marka jalan yang berlawanan arah.
Hindari berhenti di bahu jalan khususnya yang berada di lajur berlawanan karena posisinya justru sebagai lajur cepat. Bisa sangat berbahaya jika sampai mobil Anda tersambar. Pun kalau mau masuk rest area karena petunjuk arahnya berlawanan.
Gunakan Cairan Mobil Berkualitas
Banyak komponen kendaraan tergantung kepada kualitas fluida supaya dapat bekerja optimal di masa mudik Lebaran yang penuh tantangan. Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, air radiator, oli matic, oli gardan, dan oli transmisi diganti baru untuk mencegah kontaminasi air yang kotor.
Ganti cairan kendaraan dengan produk Autochem Industry seperti Prestone dan Master secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan meningkat sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar.