Sepeda motor merupakan salah satu opsi transportasi untuk mudik Lebaran. Buktinya, ada 12,1 juta orang diprediksi mudik naik motor pada Lebaran 2025. Motor dipilih lantaran biaya operasional yang lebih hemat dan bisa memberikan kemudahan mobilitas pemudik saat berada di kampung halaman.
Padahal ada risiko tinggi mengintai pengendara sepeda motor dalam perjalanan mudik. Begitu mengalami kecelakaan bahkan sekadar jatuh, Anda dan keluarga langsung menjadi korban. Makin fatal risiko cidera kalau sampai melibatkan pihak lain.
Sayangnya, masih ada yang mudik sekeluarga bersama anak kecil dan bayi meskipun paham risikonya besar. Bagi Anda yang tetap ‘memaksakan’ memilih mudik dengan sepeda motor bersama anak, berikut beberapa hal yang bisa dipelajari supaya anak dalam keadaaan aman dan nyaman.
1. Pahami Risikonya
Pastikan Anda sudah paham risiko membawa anak kecil atau bayi dalam perjalanan mudik memakai sepeda motor. Banyak risiko siap mengadang, seperti kecelakaan, jalan macet, panas terik, hujan, hingga anak sakit karena tidak sanggup beradaptasi dengan kondisi lingkungan berkendara yang berat. Beberapa kasus menimbulkan korban jiwa yang serius.
2. Periksa Kesehatan Anak
Pastikan anak dalam kondisi sehat sebelum diajak mudik pakai sepeda motor. Urungkan niat kalau ternyata anak sakit seperti demam atau batuk karena berisiko memburuk di jalan yang panas dan penuh polusi udara. Pastikan anak cukup jam tidurnya sebelum berangkat supaya tetap fit.
Siapkan obat-obatan dan vitamin anak seperti obat penurun panas, batuk, pilek, diare, minyak kayu putih, obat merah, alkohol pembersih luka, dan obat anti mabuk. Diskusikan dengan dokter anaik sebelum berangkat, khususnya kalau anak memiliki penyakit bawaan atau dalam perawatan khusus.
3. Siapkan Pakaian yang Tepat
Anda akan berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti panas terik dan hujan. Siapkan pakaian yang tidak mudah gerah, namun juga mampu melindungi tubuh dari panas dan cidera seperti kaos lengan panjang ditutup jaket dan celana panjang. Gunakan sepatu untuk menjaga keamanan kaki dan pakaikan helm kalau sudah cukup usia.
Untuk bayi yang masih digendong, gunakan alat gendong yang pas dan nyaman supaya ibu dan anak tidak mudah lelah. Pastikan seluruh anggota tubuhnya terlindungi dan jalan pernapasannya tidak terhalang. Pantau terus kondisi anak dan segera berhenti kalau dirasa ada masalah.
4. Jangan Pakai Kursi Rotan
Jangan menggunakan kursi rotan untuk anak duduk yang diletakkan di depan pengendara motor matic atau bebek. Ketika ada masalah seperti motor miring atau menyenggol sesuatu, kursi tersebut bisa lepas bahkan terpental. Risiko cidera parah sangat besar, bahkan dapat menimbulkan korban jiwa.
5. Anak Duduk di Tengah
Posisi paling baik untuk anak adalah duduk di tengah antara rider dan penumpang belakang. Ia akan terhindar dari angin dan panas matahari. Posisi duduk tersebut lebih aman kalau sampai ada masalah seperti tabrakan karena efeknya diredam oleh tubuh orang di sekitarnya. Jangan biarkan anak berdiri karena sangat berbahaya.
6. Latih Anak Sebelum Berangkat
Kalau belum ada pengalaman, latihlah anak untuk perjalanan dekat sekitar 1-2 jam. Gunakan pakaian yang tepat, bawa barang untuk simulasi beban, dan posisikan dia untuk duduk di tengah. Ajarkan untuk memeluk rider selama perjalanan.
Edukasi mereka mengenai keamanan di jalan dan wajib patuh petunjuk orang tua. Beritahu mereka juga kalau merasa tidak nyaman seperti pegal atau mau buang air supaya tidak stres waktu mudik. Pengalaman singkat ini akan mengedukasi anak sehingga lebih siap saat mudik.
7. Jangan Sampai Dehidrasi
Anak kecil lebih rentan lelah ketimbang orang dewasa. Pastikan kebutuhan cairan tubuhnya memadai dengan menyiapkan air putih yang diimbangi dengan camilan ringan. Jangan segan untuk beristirahat ketika anak mulai rewel dan ajak bicara untuk ketahui masalahnya.
8. Batasi Durasi Perjalanan
Siapkan rute dengan matang sehingga Anda dapat memperkirakan durasi perjalanan. Sebaiknya tidak berkendara lebih dari 6 jam kalau membawa anak kecil karena fisik dan mentalnya berisiko turun drastis. Dengan catatan, wajib istirahat maksimal setelah berkendara selama 2 jam.
Pastikan anak mendapatkan makanan yang cukup gizi saat berhenti, juga cukup istirahat untuk mengembalikan kondisinya. Cari penginapan ketika sudah berkendara terlalu lama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh anak, sekaligus membuatnya merasa nyaman.
9. Safety Riding di Jalan
Saat mudik, Anda akan berbagi jalan dengan jutaan pemudik lainnya di waktu yang bersamaan. Berkendaralah dengan wajar dan atur kecepatan sesuai kondisi jalan. Jaga emosi serta jangan melakukan manuver agresif yang membahayakan diri dan pengguna jalan lain.
Ditambah wajib patuhi aturan lalu lintas demi kelancaran dan ketertiban perjalanan. Manuver Anda tidak sama dengan berkendara harian karena tidak ada beban tambahan dari penumpang dan barang. Sehingga, gerakan salah sedikit saja dapat memicu kecelakaan.
10. Wajib Istirahat
Pom bensin dapat menjadi opsi yang pas untuk istirahat karena bisa sekaligus isi bahan bakar. Sempatkan untuk tidur minimal 30 menit untuk mengembalikan kebugaran tubuh dan mengurangi serangan kantuk. Pastikan kebutuhan makan dan minum anak tercukupi, termasuk kebutuhan buang air dan bermain untuk melepaskan lelah.
11. Pantau Terus Kondisi Anak
Ada kasus dimana anak bayi tidak terpantau dengan baik oleh orang tuanya saat perjalanan jauh sehingga berakibat fatal karena kesulitan bernapas. Penumpang di belakang harus aktif mengecek kondisi anak dengan mengajak bicara hal-hal yang menarik sesekali, sekaligus supaya mereka tidak cepat bosan.
12. Gunakan Cairan Sepeda Motor Berkualitas
Ketika mudik Lebaran, banyak komponen sepeda motor tergantung kepada kualitas fluida supaya dapat bekerja optimal di segala kondisi jalan berat dan menantang. Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, air radiator, oli mesin, oli gardan, dan oli transmisi selalu dalam kondisi prima.
Ganti cairan sepeda motor dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar, serta memberikan rasa aman dan tenang dalam perjalanan mudik Lebaran.