Sepeda motor menjadi salah satu moda transportasi favorit mudik. Pada musim Lebaran 2025 Kementerian Perhubungan memprediksi ada 12,74 juta orang mudik naik motor. Motor dipilih lantaran biaya operasional yang lebih hemat dan bisa memberikan kemudahan mobilitas pemudik saat berada di kampung halaman.
Motor matic menjadi pilihan utama karena dalam mobilitas harian model ini sudah begitu mendominasi jalan raya. Ditambah, saat mudik motor akan menghadapi jalan macet yang cukup nyaman jika dilalui dengan menggunakan motor tanpa gigi perseneling ini.
Sebelum berangkat, Anda harus mengecek komponen penting yakni transmisi CVT atau Continuously Variable Transmission. CVT berfungsi untuk meneruskan putaran mesin ke roda belakang dengan cara memberikan rasio sabuk baja sesuai kebutuhan dan kecepatan motor, sehingga motor matic dapat berjalan dengan baik.
CVT terdiri atas beberapa bagian komponen yang saling berhubungan. Di antaranya adalah drive belt, drive pulley, driven pulley, dan outer comp clutch. Setiap komponen memiliki peran masing-masing yang saling mendukung sehingga sepeda motor matic dapat berlari dengan baik.
Anda wajib memeriksa kondisi komponen CVT sebelum mudik. Perjalanan jauh akan menguras kinerja transmisi sabuk baja ini. Ditambah, muatan penumpang dan barang umumnya full. Anda tentu tidak mau motor tidak kuat menanjak atau drive belt-nya putus lantaran tidak dicek sebelum mudik.
1. Perhatikan Drive Belt
Drive belt berkerja seperti rantai pada motor bebek dan sport sebagai penerus tenaga dari mesin ke roda belakang. Agar kinerjanya tetap optimal, perlu dilakukan pemeriksaan setiap 5.000 km dan mengganti sabuk baja ini ketika ditemukan indikasi kerusakan.
Jika secara visual drive belt mulai terlihat mulur dan terdapat retak, itu salah satu tanda sabuk pemutar perlu diganti. Ciri lainnya jika terdengar bunyi berdecit atau suara terdengar kasar saat motor dijalankan, serta akselerasi sepeda motor terasa lambat dan sulit mendapatkan kecepatan sesuai kemampuan motor.
2. Periksa Roller Weight
Gerakan roller akibat gaya sentrifugal saat mesin berputar membuat mekanisme CVT bekerja. Secara visual, bentuk roller yang sudah berubah atau penyok merupakan tanda perlu diganti. Suara berisik di dalam CVT bagian depan juga bisa jadi tanda kondisi roller weight sudah turun.
3. Inspeksi Kampas Kopling Matic
Kampas kopling pada transmisi CVT sepeda motor matic perlu mendapat pemeriksaan rutin sesuai jadwal servis berkala. Pada sepeda motor bermesin di bawah 150 cc interval pemeriksaan sekitar setiap 5.000 km, sedangkan untuk kapasitas mesin 150 cc ke atas setiap 10.000 km.
Jelang mudik, penggantian dapat dilakukan lebih awal kalau ditemukan kondisi kampas kompling sudah tipis. Indikasi kampas kopling harus diganti bisa dirasakan ketika sepeda motor berakselerasi. Saat tuas gas diputar, akselerasi sepeda motor terasa lambat, bahkan ketika putaran mesin sudah tinggi.
4. Bersihkan Filter Transmisi CVT
Transmisi CVT harus bebas dari debu, oli dan air. Jika tidak, dapat mengakibatkan licin dan berbunyi serta menghambat laju motor akibat putaran mesin tidak bisa diteruskan ke roda belakang. Perhatikan keadaan filter CVT supaya dapat menyaring kotoran dengan baik untuk menjaga kebersihan rumah transmisi CVT.
5. Ganti Oli Transmisi Matic
Meskipun tidak berhubungan langsung dengan transmisi CVT, ganti oli transmisi motor matic setidaknya setiap dua kali ganti oli mesin. Roda gigi di dalam komponennya membutuhkan pelumas dan pelindung dari gesekan yang prima supaya tidak cepat aus dan sanggup meneruskan tenaga ke roda dengan baik.
6. Gunakan Oli Mesin Motor Matic Berkualitas
Tidak hanya transmisi CVT, mesin sepeda motor matic juga butuh oli mesin. Untuk motor matic tangguh dengan jam terbang tinggi, disarankan ganti oli mesin setiap 2.500–3.000 km. Oli MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB dirancang untuk memaksimalkan durabilitasnya ketika melumasi komponen mesin.
Dengan SAE 20W yang lebih kental, oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar waktu mesin masih dingin. Sementara angka SAE 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha saat beroperasi. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online.
PT Autochem Industry menyediakan dua varian yaitu 0,8 liter dan 0,9 liter. Volume oli 0,8 liter atau 800 ml direkomendasikan untuk sepeda motor matic umumnya bermesin 125 cc. Sedangkan versi 0,9 liter atau 900 ml cocok untuk pengguna matic Yamaha 155 series seperti Yamaha NMax 155 dan Yamaha Aerox 155.